Di pertengahan tahun 2015, banyak bermunculan meme/gambar/opini yang membanding-bandingkan jumlah pemasukan ( income ) perbulan antara “ suami istri “ yang keduanya sama-sama bekerja terhadap “suami istri“ yang hanya salah satunya bekerja, dengan pernyataan yang kurang lebih seperti ini :
JIKA
Penghasilan Suami ( bekerja ) + Istri ( bekerja ) = Rp. 10.000.000,
MAKA akan SAMA HASILNYA dengan :
Suami ( bekerja ) + Istri ( Tidak Bekerja ) = Rp. 10.000.000
(Asumsi ini berdasarkan pemahaman bahwa rezeki istri akan masuk ke dalam gabungan rezeki Suami).
Salah satunya seperti ini :
Di waktu lalu, saya tidak pernah berani untuk mengupas hal ini lebih dalam dikarenakan kurangnya data penilitian dan fakta di lapangan. Walaupun saya sangat meyakini statement diatas berdasarkan pengalaman pribadi, namun rasanya kurang pas untuk mengemukakannya tanpa ada bukti otentik yang bisa saya tampilkan. Dengan adanya data penelitian yang dipublikasi oleh “Qerja” baru-baru ini, maka dengan PD-nya saya berani mengungkapkan pendapat pribadi yang tentunya bukan untuk diperdebatkan apalagi untuk cari ribut. Hehe...
Di bawah ini adalah gambaran perbandingannya : (klik gambar untuk dapat melihat secara zoom)
Data ini didapat dari 1.119.211 koresponden dengan komposisi : 53% perempuan dan 47% laki-laki. Rentang waktu dilakukannya penelitian adalah antara pertengahan 2015 – Februari 2016. Bicara mengenai keakuratan, pastinya data ini tidak akan bersifat 100% akurat. Namun setidaknya, data penilitian dapat mewakili suatu pola yang hampir menggambarkan kondisi secara umum masyarakat di Indonesia. Tidak terkecuali saya ( hal yang saya rasakan di fase kehidupan setelah menikah).
Perbandingan antara laki-laki SINGLE dengan laki-laki MENIKAH, menunjukkan kenaikan penghasilan sebanyak 64%. Dan untuk wanita secara umumnya, terjadi fenomena yang unik dimana status pernikahan TIDAK BERPENGARUH secara signifikan terhadap penghasilan bulanan ( hanya 29% kenaikan ).
Entah darimana datangnya keyakinan pribadi saya saat itu – saat masih single ( 2011 ), bahwa ketika seseorang berkomitmen kuat untuk menikah ( terutamanya laki-laki ), maka pintu rezeki akan terbuka jauh lebih lebar dan luas. Karena dengan menikah, sejatinya seorang pria sudah berjanji akan menanggung seluruh kebutuhan istri baik itu sandang, pangan, papan, maupun kebutuhan tertier.
Dan sebelum menikah di 2012, saya memiliki permintaan terhadap calon istri untuk nantinya menjadi istri yang 100% mensupport dari rumah ( hehehehe.. ). Alasannya simpel :
1. Saya tidak rela jika istri disuruh-suruh apalagi sampai bekerja lembur
2. Saya tidak rela jika istri sampai kena teguran/omelan dari BOS
3. Saya tidak rela kalo sampai ada yang godain ( hahahaa… ini alasan jujur banget )
Karena kebetulan beliau mahasiswi jurusan Akuntansi kala itu, maka tugas utamanya adalah membuat detail laporan pengeluaran dan pemasukan bulanan dari gaji yang mudah dipahami oleh suami yang sangat lemah di pelajaran akuntansi sedari SMU dan Kuliah ( hahaha.. ).
Lagi-lagi keajaiban terjadi pada diri saya. Sesuatu yang sepertinya sangat sulit dicerna secara logika, karena dari sisi penghasilan terjadi lonjakan sebesar 200% per bulan setelah menikah. Dan skemanya kurang lebih seperti ini :
Jika sebelum menikah :
Numan BEKERJA (A) + Calon istri BEKERJA ( B ) = C ( jumlah penghasilan numan + penghasilan calon istri )
Maka setelah menikah :
Numan bekerja (A) + Istri tidak Bekerja ( B ) = D ( (Jumlah penghasilan numan) x 2 + pendapatan rutin tak terduga )
Lonjakan pendapatan ini yang sebenarnya sangat sulit untuk dicerna logika, dikarenakan semuanya datang secara mendadak dan melalui proses yang sama sekali tidak rumit.
Pesan yang mungkin bisa dipetik dari kisah perjalanan ini, adalah perlunya mental “yakin” bahwa dengan menikah rejeki kita tidak akan berkurang. Malah semakin bertambah dan bertambah. Untuk para suami, mungkin kurang tepat jika melontarkan pernyataan seperti : “ kalo nanti kita menikah, kamu harus tetap bekerja ya..supaya keuangan kita tetap stabil “. Jika seperti itu yang terucap, maka sepertinya kita sebagai insan ciptaan Allah sangat meyakini bahwa “BEKERJA” adalah satu-satunya cara untuk memenuhi rezeki harian. Padahal Allah bisa memenuhi rezeki manusia dengan jutaan cara.
Hingga saat ini, saya meyakini betul bahwa segala sesuatu yang saya dapatkan ( baik itu rezeki uang, rezeki pekerjaan, rezeki liburan gratis,.hehehe ) tak luput dari do’a yang dipanjatkan istri melalui sujudnya yang ikhlas di sajadah rumah dan lantunan do'a disaat suaminya sedang bekerja dikantor. Dengan dilakukannya ibadah dirumah, istri akan memiliki lebih banyak waktu untuk mengadu, mengangkat tangan memohon pengkabulan kepada Allah.
Timbul pertanyaan : “ emangnya ga bisa klo berdoa di lingkungan kantor ?”. Jawaban saya : “ Tentu bisa. Tapi ga akan bisa lebih dari 30 menit “ ( Asumsi total waktu istirahat 1 jam, 30 menit untuk makan & sisanya untuk sholat dan berdo’a “. Di beberapa perusahaan bahkan ada peraturan ketat bahwa waktu sholat tidak boleh lebih dari 15 menit.
Sekali lagi penulis menegaskan, bahwa tulisan ini bukan untuk mencari ribut apalagi berdebat. Hanya semata-mata mengungkapkan pendapat dan pengalaman pribadi yang ditunjang dengan data penelitian. Barangkali ada yang tergugah, penulis hanya berharap balasan kebaikan dari Allah. Amin.
Wassalam.
Friday, March 4, 2016
Tuesday, February 16, 2016
Tokoh Yang Membuat Saya Semakin Yakin Akan Hebatnya Sebuah " Impian Terdalam " !
Sebagai pemuda yang dilahirkan di era Informasi dan tumbuh dewasa di tahun millenium, rasa-rasanya wajar jika hanya mengagumi sosok Bill Gates dan Mark Zuckerberg yang kaya raya dan dermawan.
Di saat tak sengaja membaca kisah seorang Henry Ford, kekaguman saya akan seorang tokoh revolusioner ini semakin bertambah dan menjadikan pondasi yang amat kokoh bahwa " kekuatan Impian " mampu mengalahkan segala rintangan.
Di kesempatan kali ini, saya akan menceritakan kembali kisah hidup Henry Ford secara garis besar tanpa mengurangi momen-momen penting dalam hidupnya.
Henry Ford adalah seorang yang memiliki impian sangat besar. Ia menyatakan “ Rahasia kehidupan yang sukses adalah menemukan untuk tugas apakah Anda dilahirkan, lalu mengerjakannya. “
Impian Ford bertumbuh dari ketertarikannya dalam segala hal yang bersifat mekanis. Sejak masih kecil Ford sangat tertarik untuk mempelajari dan mengutak-atik mesin. Ia mengajari dirinya sendiri mengenai mesin uap, jam , dan mesin pembakaran. Ia bepergian ke pinggiran kota untuk melakukan reparasi tanpa menerima bayaran sehingga dengan demikian ia bisa mengutak-atik mesin. Ia menjadi montir dan tukang jam. Ia bahkan bekerja sebagai insinyur untuk Detroit Edison Company pada malam hari.
Ford menjadi sangat tertarik dengan konsep mobil dan ia mencurahkan perhatiannya lebih banyak lagi pada hal ini. Pada tahun 1986, ia membuat mobil pertamanya dalam sebuah gudang di belakang rumahnya. Setelah itu ia terus memikirkan cara untuk memperbaiki usaha pertamanya. Ia mempelajari pekerjaan pembuat mobil lainnya, termasuk pekerjaan Ransom E. Olds, yang membuat Oldsmobile pertama pada tahun 1900.
Dari kecintaannya pada mesin dan intrik selama berkembangnya mobil, impian Ford pun bertumbuh : menciptakan mobil yang tidak mahal dan bisa diproduksi secara massal. Hingga saat itu, kereta jenis baru yang tidak lagi ditarik oleh kuda adalah barang yang sangat mahal. Kendaraan ini hanya bisa dibeli oleh orang kaya saja. Namun Ford berketetapan agar mobil bisa dimiliki oleh orang yang biasa-biasa saja.
Pada tahun 1899 ia membantu di Detroit Motor Company. Ketika atasannya menertawakan idenya mengenai memproduksi produk mereka dengan harga yang tidak mahal sehingga bisa dijual pada orang banyak, ia meninggalkan perusahaan itu. Ia memegang teguh impiannya. Usahanya pun akhirnya membuahkan hasil.
Pada tahun 1903, ia mendirikan The Ford Motor Company dan mulai memproduksi Model T. Pada tahun pertama, perusahaannya hanya memrpoduksi kurang dari 6.000 unit mobil. Namun delapan tahun kemudian, mereka memproduksi lebih dari 500.000 unit. Mereka juga berhasil megurangi harga jual awal mereka dari $850 menjadi $360.
Impian Ford pun menjadi realita. Ford telah disebut sebagai orang jenius dan berhasil menciptakan konsep lini perakitan dan produksi massal. Namun, apapun yang terjadi, aset terbesarnya adalah impiannya dan kesediaannya untuk mencurahkan diri pada impian itu.
Impian bisa mewujudkan banyak hal bagi kita.
Tuesday, February 9, 2016
Prinsip Sukses Tempo Doeloe Yang Harus Diruntuhkan ! ( Bag 2 )
Di era konseptual ini, sebuah perubahan yang awal dulu memerlukan waktu sampai sepuluh tahunan kini hanya perlu waktu bulanan. Coba pikirkan ini : diperlukan waktu 50 tahun untuk pita kaset menggantikan piringan hitam. Lalu butuh kurang dari 10 tahun untuk compact disc menggantikan pita kaset. Segera setelah itu, perlu waktu kurang dari 5 tahun untuk mini disc muncul di pasaran. Kini, kurang dari 3 tahun kemudian, MP3 menjadikan semua yang lain benar-benar ketinggalan.
Menurut pendapat Adam Khoo ( pengusaha milyuner dan trainer terkenal ) bahwa Ekonomi Baru begitu dinamis sehingga 80% yang Anda pelajari di sekolah akan menjadi ketinggalan zaman pada waktu Anda lulus sekolah. Tentu Anda bertanya, mengapa saya menuliskan statement di atas ? jawabannya adalah karena saya bukan pengagum fanatik dari pendidikan formal. hehe,. Menurut saya, faktor yang menjadi penentu kesuksesan seseorang di zaman ini adalah ketekunan, kerja keras, pengalaman, konsisten, dan rasa “ingin tahu yang tinggi”. Bidangnya bisa apa aja, dari mulai ketekunan mempelajari ilmu menjahit, ilmu masakan, atau bahkan ilmu mendaur ulang. 30% dari jenis pekerjaan, produk, dan jasa yang beredar saat ini dan telah dianggap biasa, belum ada saat 10 tahun yang lalu.
Siapa yang pernah mendengar tentang posisi “ Social Media Marketing “, “ Web Designer “ , “ Digital Sales “ di awal tahun 1990-an ?
Di zaman sekarang ini, ada ratusan kali lebih banyak jutawan dan lebih banyak miliuner dibanding dengan puluhan tahun silam. Tidak seperti dahulu ketika sebagian besar dari mereka berusia 50-an, para miliuner kini berusia 30-an.
Dewasa ini dengan memiliki ide inovatif, Anda dapat menjadi pemilik perusahaan bernilai satu miliar dolar dalam waktu kurang dari 10 tahun. Coba lihat Amazon.com, E-bay, Oracle, atau Facebook.
Sebagian dari orang yang menggerakkan dan mengguncang dunia ekonomi baru adalah orang-orang yang putus sekolah dan mempekerjakan ‘para professor’ untuk menjalankan bisnis mereka. Bill Gates ( Microsoft ), Oracle ( Larry Ellison ), Mark Zuckerberg ( Facebook ), & Richard Branson ( Virgin Group ) tidak pernah menyelesaikan sekolah mereka.
Mereka yang paling sukses di dunia ekonomi baru tidak selalu harus orang dengan IQ tertinggi atau mempunyai gelar akademis paling banyak. Yang paling sukses adalah mereka yang menunjukkan pola-pola keunggulan tertentu ( kemampuan untuk mengendalikan sumber daya pikiran & mampu mengeluarkan kekuatan pribadi ).
Monday, February 1, 2016
Prinsip Sukses “ Tempo Doeloe ” Yang Harus Diruntuhkan !
Sebelum memasuki topik mengenai Pola Pikir Sukses “ Tempo Doeloe “, saya akan coba sekilas menggambarkan tentang perubahan zaman dari waktu ke waktu. Perubahan mengenai bagaimana cara manusia memperoleh kekayaan dan kejayaan. Cara manusia menghasilkan uang di era tahun 2000an tentu sangat berbeda dengan cara menghasilkan uang pada tahun 1990an.
Berikut ini urutan perubahan era yang terjadi di dunia :
1. Era Agraris
-------------------
Sebelum tahun 1942 manusia hidup dalam era agraris. Di era ini, orang yang paling sukses dan kaya adalah orang yang memiliki banyak peternakan dan perkebunan. Bagi mereka yang dilahirkan dalam keluarga kasta miskin, maka seumur hidup mereka akan menjadi golongan kasta miskin kecuali menikah dengan kasta kaya. Dalam era ini manusia sepenuhnya bergantung pada sumber daya alam.
2. Era Industri
--------------------
Tahun 1942 saat mesin uap pertama kali ditemukan merupakan awal dari revolusi industri. Dalam era industri, orang yang paling kaya adalah orang yang memiliki pendidikan tinggi. Jika ingin dikerucutkan lagi, orang-orang yang berpeluang sukses besar adalah orang-orang yang ahli dibidang eksak dan ilmu pasti ( ilmu-ilmu yang ada di Jurusan IPA jam sekarang.hehe., ). Dalam era industri, IQ menjadi penentu utama dalam keberhasilan.
Tokoh Sukses di Era Industri :
Henry Ford ( 1863 – 1974 )
Beliau menghasilkan $ 1 Miliar pertamanya dalam 25 tahun perjalanan bisnis.

3. Era Informasi
---------------------
Runtuhnya tembok Berlin di Jerman tahun 1989 menjadi tanda berakhirnya era industri dan awal dari era informasi. Dalam era ini, pendidikan formal tinggi bukanlah satu-satunya jalan untuk meraih kesuksesan. Orang yang paling sukses adalah orang yang bisa mengakses dan memanfaatkan paling banyak informasi. Internet merupakan media yang populer untuk mengakses sebanyak-banyaknya informasi. Dalam era ini banyak bermunculan miliarder muda dari bisnis internet.
Tokoh Sukses di Era Informasi :
Mark Zuckerberg ( 1984 – sekarang )
Beliau menghasilkan $1 Miliar pertamanya kurang dari 10 tahun perjalanan bisnis.
4. Era Konseptual
----------------------
Di era konseptual, orang yang berhasil adalah orang yang memiliki konsep unik, bahkan kadang agak “aneh”. Rata-rata mereka adalah pemikir yang dominan menggunakan otak kanan. Otak yang bertanggung jawab terhadap area kreativitas dan imajinasi. Jika para pengguna otak kanan ini hidup di zaman era Industri, bisa jadi mereka akan masuk dalam golongan orang-orang lemah. Karena pada saat itu, faktor yang menjadi penentu kesuksesan adalah kepintaran di bidang ilmu pasti.
Tokoh Sukses di Era Konseptual : ( Kali ini berasal dari tanah air Indonesia )
Ghani Fatahilah ( Pemuda Bandung, usia 26 tahun )
Pekerjaan : tester food dan pemberi rekomendasi tempat-tempat kuliner terbaik melalui Twitter
Penghasilan : 70 Juta / bulan ( menurut media elektronik tahun 2015 )
Para pembaca yang budiman, pernahkah terbesit dalam benak Anda bahwa di era konseptual ini, seseorang bisa mendapatkan kesuksesan besar melalui ide-ide orisinil yang unik dan tergolong simpel ? Seperti seorang Ghani Fatahilah yang memilih karir sebagai tester food karena didasarkan pada hobbynya yang gemar mencoba segala macam makanan yang tersedia di restoran-restoran Bandung. Ghani tidak memerlukan ilmu formal yang tinggi untuk mendapatkan pundi pundi uang, hanya butuh ketajaman lidah dalam mencicipi makanan.
Apa yang saya coba sampaikan disini adalah, bahwa sudah tidak jamannya lagi orang-orang ( khususnya di Indonesia ) memandang bahwa suatu ilmu formal di tingkat sekolah / universitas jauh lebih hebat dan berbobot dibanding ilmu yang lain. Jika kembali ke era tahun 1990-an, kita sering mendengar ungkapan-ungkapan seperti ini :
- Kelak kamu masuk SMA, pilih jurusan IPA ya jangan jurusan yang lain. Kalau pilih IPS / Bahasa, nanti susah dapat kerja
- Kalau nanti kuliah, ambil jurusan kedokteran, Ekonomi, atau arsitek saja. Karena kalau pilih jurusan yang lain, nanti gajimu kecil.
- Kalau nanti lulus Sarjana, segera lanjut ke jenjang Mater ya. Supaya gajimu nanti cepat naik.
- Kalau nanti kerja, usahakan masuk PNS atau BUMN saja ya, agar penghasilan dan kehidupan kamu terjamin. ( mereka yang berpendapat seperti ini, sesungguhnya tidak mengetahui bahwa bekerja di perusahaan asing bisa lebih “menjamin” sampai berkali-kali lipat. Hehehe.. )
Paradigma inilah yang harus diubah. Zaman di era sekarang tidak lagi mendewakan ijazah formal sebagai satu-satunya tolak ukur kesuksesan. Saya memiliki seorang teman yang pendidikan akhirnya hanya sampai jenjang D3, namun penghasilan perbulannya bisa mengalahkan beberapa teman saya yang lain yang sudah memiliki gelar Sarjana. Alasannya sederhana, yaitu dia memiliki keahlian, kecakapan, dan pengalaman kerja yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.
Lalu bagaimana kuncinya agar bisa meraih sukses besar ? Mudah !!
1. Carilah “ Sesuatu “ yang paling kamu sukai untuk ditekuni. “Sesuatu” ini bisa berawal dari hobi, atau dari ilmu tertentu.
2. Perdalam ilmu tersebut secara konsisten, setidaknya selama 10.000 jam ( ada yang beranggapan selama 4 tahun pembelajaran di satu fokus ilmu )
3. Yakinkan dalam hati dan pikiran bahwa kelak ilmu yang Anda pelajari pasti berguna di dunia luar.
Wednesday, January 27, 2016
5 Cara Ampuh Dalam Mencari Mentor
Dalam hidup, Anda harus berani mengambil satu langkah permulaan yang besar jika ingin memunculkan potensi maksimal dalam pertumbuhan diri. Anda harus meluangkan waktu untuk mencari sesorang yang bisa menjadi contoh atas apa yang ingin dipelajari dan membantu menemukan serta mengaktifkan potensi Anda. Pesan saya, berhati-hatilah ketika memilih seorang mentor yang hendak Anda ikuti karena mereka akan mempengaruhi sebagian bahkan seluruh hidup Anda.
6 Cara di bawah ini akan membantu Anda ketika hendak memilih seorang mentor :
1. Apakah Orang ini Layak untuk Saya Ikuti ?
Pertanyaan ini berhubungan dengan karakter seorang calon mentor Anda. Jika jawabannya tidak benar-benar ya, maka sebaiknya pikirkan kembali apakah Anda sepadan untuk betul-betul belajar darinya.
2. Apakah Kehidupan Orang Ini Ditiru Orang Lain ?
Pertanyaan ini untuk memeriksa kredibilitas seseorang. Sangat mungkin untuk menjadi orang yang pertama dalam menemukan apakah seorang pemimpin ini layak untuk diikuti, namun itu tak sering terjadi.
3. Apakah Kekuatan Utama yang membuat Orang lain mengikuti Orang Ini ?
Seorang mentor yang diikuti pastilah memiliki titik kekuatan. Dan di sisi lain pasti juga memiliki titik kelemahan. Tanyakan pada diri Anda : “ Apa yang bisa saya petik dari orang ini ? Apakah lebih banyak titik kekuatannya, atau sama besar antara kekuatan dan kelemahannya ? “.
4. Apakah Orang ini juga Menghasilkan Pemimpin ?
Jawabannya akan mengatakan pada saya apakah prioritas kepemimpinan orang ini sesuai dengan prioritas saya untuk mengembangkan pemimpin yang baru.
5. Jika Demikian, Bagaimana Cara mengembangkan Dan Menunjukkannya ?
Anda harus menyusun rencana tindakan. Jika Anda hanya menjawab pertanyaan dan tidak pernah menerapkan rencana untuk mengembangkan kekuatan dalam diri Anda, Anda hanya akan melatih intelektual Anda.
Menginjak usia saya yang ke 30, sudah ada 18 mentor yang sangat berpengaruh bagi perkembangan karir dan pertumbuhan pola pikir saya. 6 dari mereka merupakan mentor di dunia profesional ( dunia karir dan pekerjaan ), sementara ada 12 mentor yang mengajarkan saya tentang hidup.
Usahakan bagi Anda untuk bisa segera menemukan mentor, dan mendefinisikan tentang apa saja bidang-bidang pengaruh mereka. Dengan begitu, Anda tidak hanya terlatih untuk bisa mengkategorikan spesialisasi mereka namun juga melatih fokus Anda untuk mengembangkan pertumbuhan di titik-titik keahliaan tertentu.
Tuesday, January 19, 2016
4 Tips Dahsyat Wujudkan Resolusi Tahunan Anda
Meski awal tahun telah berlalu beberapa minggu, rasanya belum terlambat bagi saya untuk memposting tulisan ini. Sejak tahun 2010, saya mencoba untuk konsisten menuliskan sederet daftar resolusi yang ditargetkan untuk pencapaian dalam rentang waktu satu tahun. Tak dipungkiri, bahwa pada kenyataannya dari belasan target yang dibuat, kadangkala prosentase pencapaiannya hanya menyentuh kisaran 70%. Namun di sisi lain, saya meyakini bahwa tanpa adanya daftar resolusi / target tersebut, bisa jadi pencapaian tahunan saya akan jauh lebih menyedihkan ( perkiraan prosentase pencapaian hanya di angka 30-40% ).
Dalam 5 tahun perjalanan saya membuat resolusi tahunan, saya merasakan manfaat yang sangat besar dan dampak positif bagi perkembangan hidup dari berbagai sisi ( pola pikir, prinsip hidup, pengambilan keputusan, hubungan sosial, dan karir ). Semoga tips singkat ini bisa membantu pembaca untuk melihat, membayangkan, dan merealisasikan resolusi tahunan untuk menggapai pencapaian tertinggi dalam hidup.
Berikut ini 4 langkah sederhana mewujudkan resolusi dalam hidup anda :
1. Mulai Dengan Gambaran / Pemahaman Yang Tepat
Ketika hendak membuat daftar resolusi, ada baiknya Anda tidak hanya berfokus pada gambaran besar di masa depan, namun juga memikirkan hal-hal kecil ( detail ) yang bisa menunjang pencapaian dari gambaran besar tersebut. Alih-alih berpikir "Apa yang HARUS saya lakukan tahun ini", coba ubah gambaran pernyataan tersebut menjadi "Apa yang saya ingin lakukan & kembangkan di tahun ini" sehingga Anda selalu merasa bergairah dan bersemangat dalam setiap langkah prosesnya. Inilah yang disebut sebagai sukses dalam “proses perjalanan “. Hal – hal detail seperti tenggat waktu ( tanggal, bulan, dan tahun pencapaian ) juga perlu untuk dicantumkan sebagai faktor pengingat dan pendorong dalam pencapaian goal.
2. Bersifat Spesifik
Perlu diketahui bahwa unsur Pemilihan kata-kata dalam pembuatan resolusi target sangatlah penting. Gunakan pernyataan kalimat positif dan jauhkan unsur-unsur kata negatif ketika mencantumkan apa-apa saja yang ingin Anda capai, dan gunakan statement yang lebih SPESIFIK. Tidak hanya sebuah goal yang mungkin tampak abstrak, namun sertakan juga kalimat khusus dari tiap-tiap goal ( bisa menunjukkan bidang yang ingin dicapai jika berhubungan dengan karir / skill, atau berupa area cakupan jika goal itu berhubungan dengan wilayah / kawasan ). Tidak menjadi masalah untuk menuliskan target setinggi mungkin , karena sesungguhnya ada kekuatan gaib yang mampu menjadikan yang “mustahil” menjadi “sangat mungkin “. Nikmati prosesnya karena yang terpenting adalah Anda turut bertumbuh dan berkembang sepanjang perjalanan.
3. Manfaatkan Kekuatan Orang Terdekat
Ada banyak alasan dari orang-orang di luar sana untuk tidak mempercayai khasiat dari point 3 ini. Namun saya berani menjelaskan dan memaparkan sedikit lebih detail mengenai point ini, karena memang sudah merasakan hasilnya dari awal perjalanan pembuatan resolusi di tahun 2010. Ketika saat ini Anda masih dikelilingi orang tua dan sanak saudara, maka Anda tergolong orang yang sangat beruntung. Mengapa ? karena Anda bisa memanfaatkan kekuatan mereka yang dinamakan “ Do’a “. Memang sulit untuk diterima oleh akal dan logika, tentang bagaimana sebuah do’a yang hanya diucapkan melalui bibir orang-orang terdekat bisa menghasilkan kekuatan dan pengkabulan do’a yang amat dahsyat. Ketika golongan kaum Atheis ( tidak beragama & tidak percaya akan adanya Allah ) saja meyakini bahwa ada kekuatan timbal balik dari dunia dan alam semesta ini, maka bagi kami kaum beragama sangat meyakini bahwa segala do’a yang sifatnya positif dan baik, yang datang dari hati tulus dan penuh pengharapan, akan menjadi permohonan yang istimewa di mata Allah.
4. Visualisasikan Langkah dan Keberhasilan
Di tengah perjalanan Anda sampai ke garis finish di akhir tahun depan, ada kemungkinan Anda akan menjumpai sedikit kesulitan, baik dari luar maupun dari dalam diri Anda sendiri. Membayangkan langkah-langkah dan risiko yang akan dihadapi akan membantu Anda mengantisipasi faktor-faktor yang menjadi penghalang. Ada banyak cara untuk melakukan visualisasi ini, diantaranya dengan membayangkan kondisi saat Anda sudah berada di titik goal tersebut sesaat sebelum tidur malam dan sesaat setelah bangun pagi. Pejamkan mata, dan visualisasikan secara jelas dalam bayangan berwarna di pikiran Anda tentang keadaan saat Anda mencapai posisi yang Anda idam-idamkan. Adapun cara lain yang bisa dilakukan misalnya saat Anda mengangkat tangan dan berdo’a memohon pengkabulan dari Allah, saat itulah Anda ucapkan goal dan visualisasikan dalam pikiran Anda.
Saturday, January 7, 2012
Project Akhirat Bersama II
Hari : Sabtu, 7 Jan 2012
(KLIK FOTO2 DI BAWAH UNTUK MEMPERBESAR GAMBAR)
* Saat baru tiba ke Wisma Tuna Ganda, saya disambut hangat oleh sdr Yunas (penderita cacat mental yg mahir menyusun permainan puzzle hingga 1000 pieces). Dia sudah berstatus yatim piatu sejak kecil.

* Saya bersama adik Icha ( 7 Tahun ), penderita cacat fisik & mental akibat virus Toksoplasma (penularan melalui Kucing) dr peliharaan milik tetangganya. Terkutuk kau wahai Tetangga !!! :( => kalau mau pelihara binatang, alangkah baiknya di cek rutin ke dokter hewan. Adik Icha ini masih memiliki orang tua, & sering dijenguk oleh keduanya.

* Saya bersama adik Wulan, yang sampai saat ini baru 1x di tengok kedua orang tuanya.


* Saya bersama adik Dian

Dan foto2 lainnya :

















Intermezo :)
Beberapa titipan do'a teman2 donatur. Semoga Allah mengijabah semua permohonan hamba2 yg baik ini.Amiiin.,

"Jangan hanya bisa berlirih " kasihan ya,.", "kasihan " tanpa berbuat sesuatu. Alangkah bersyukurnya kita ketika Allah memberikan kesempurnaan fisik & mental. Mari berbuat sesuatu walau sifatnya hanya sedikit kebaikan. Itu akan jauh mengangkat derajat kawan-kawan,. :) " Wassalam,.
(KLIK FOTO2 DI BAWAH UNTUK MEMPERBESAR GAMBAR)
* Saat baru tiba ke Wisma Tuna Ganda, saya disambut hangat oleh sdr Yunas (penderita cacat mental yg mahir menyusun permainan puzzle hingga 1000 pieces). Dia sudah berstatus yatim piatu sejak kecil.
* Saya bersama adik Icha ( 7 Tahun ), penderita cacat fisik & mental akibat virus Toksoplasma (penularan melalui Kucing) dr peliharaan milik tetangganya. Terkutuk kau wahai Tetangga !!! :( => kalau mau pelihara binatang, alangkah baiknya di cek rutin ke dokter hewan. Adik Icha ini masih memiliki orang tua, & sering dijenguk oleh keduanya.
* Saya bersama adik Wulan, yang sampai saat ini baru 1x di tengok kedua orang tuanya.
* Saya bersama adik Dian
Dan foto2 lainnya :
Intermezo :)
Beberapa titipan do'a teman2 donatur. Semoga Allah mengijabah semua permohonan hamba2 yg baik ini.Amiiin.,

"Jangan hanya bisa berlirih " kasihan ya,.", "kasihan " tanpa berbuat sesuatu. Alangkah bersyukurnya kita ketika Allah memberikan kesempurnaan fisik & mental. Mari berbuat sesuatu walau sifatnya hanya sedikit kebaikan. Itu akan jauh mengangkat derajat kawan-kawan,. :) " Wassalam,.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Temukan " NmN " di Usia 26 Tahun,. Saya MALU !!!
Ketika kami memutuskan menikah di 2012, saya membebaskan segala kegiatan positif istri dengan hanya mengajukan satu syarat saja : “ please, ...
-
(Narasumber : Nu'man Faqih, A.K.A Pengalaman Pribadi ^_^ ) Tips yang akan saya berikan kali ini adalah menjelaskan tahap2 agar kamu bisa...
-
Ketika kami memutuskan menikah di 2012, saya membebaskan segala kegiatan positif istri dengan hanya mengajukan satu syarat saja : “ please, ...
-
Sebagai pemuda yang dilahirkan di era Informasi dan tumbuh dewasa di tahun millenium, rasa-rasanya wajar jika hanya mengagumi sosok Bill Ga...







